ABOUT ME....

Physics Student, Minister of POSDM BEM FMIPA UNS, Maganger On SAT PUSKOM UNS. Smily, friendly, etc. I wish same day....can do samething to other people.

WELCOME....

Thanks for your visit, I wish can give samething to you. Nothing imposibble on your life so never think to surrender. We must move to get our dream..

Ketika Fisika ,,,,,,,:-) *


Archimedes dan Newton tak akan mengeti

Medan magnet yang terinduksi antara kita

Einstein dan Edison tak sangup merumuskan E=mc2

Ah tak sebanding dengan momen cintaku

Pertama kali bayangmu jatuh tepat difokus hatiku

Nyata, tegak diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum

Bagai tetes minyak milikan jatuh diruang hampa

Cintaku lebih besar dari bilangan avogadro

Walau jarak kita bagai matahari dan pluto saat aphelium

Amplitudo gelombang hatimu berinterfeensi dengan hatimu

Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih

Bagai kopel gaya dengan kecepatan angguler yang terbatas

Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi

Energi potensial cintaku tak terpengaruh tetapan gaya

Energi kinetik cintaku = mv~

Bahkan hukum kekekalan energi tak dapat menandingi

hukum kekekalan diantara kita

Lihat hukum cinta kita

Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu

Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang sempurna

Dengan inersia tak terhingga

Takkan tergoyahkan impuls atau momentum gaya

Inilah resultan momentum cinta kita

*Berbagai sumber

Fisika, Solusi Permasalahan Kehidupan*

Fisika selama ini dikenal sebagai sains fundamental yang mendasari teknologi sejak teknologi skala kecil seperti nanoteknologi, bahan semikonduktor sampai teknologi mesin uap dengan prinsip-prinsip termodinamikanya. Namun sesungguhnya fisika adalah filsafat dan sains tentang alam. Dalam uraian ini kita akan melihat sisi lain fisika statistic sebagai kerangka berfikir sebagai penyelesaian berbagai persoalan termasuk persoalan social.

Permasalahan sosial di Indonesia tampak semakin ruwet. Birokrasi yang ruwet dan mahal, korupsi dan banjir seolah menjadi penyakit akut yang tidak ada obatnya atau wajib terjadi di negara kita. Bagaimana orang fisika melihat dan memberi kontribusi dalam penyelesaian masalah sosial ini? Masalah masalah tersebut memang sangat rumit tetapi tetap ada solusinya apalagi permasalahan tersebut merupakan masalah yang ditimbulkan manusia sebagai subyek. Solusinya, sederhanakan terlebih dahulu masalah yang rumit tersebut. Di dalam fisika terdapat banyak contoh penyelesaian masalah riel yang rumit didekati menggunakan solusi ekstrim.

Di dalam fisika statistik dikenal sistem para magnetik yaitu suatu bahan yang terdiri dari No atom magnetik per satuan volume. Misalnya bahan ini berada dalam ruangan dengan medan luar magnet tertentu H dan temperatur T. Pertanyaannya bagaimana perilaku atau sifat kemagnetan bahan tersebut terhadap perubahan medan magnet maupun temperatur luar?.

Atom dapat mempunyai momen magnetik up atau searah medan mehnetik luar dan down atau berlawanan arah medan magnetik luar.Perumusan fisika statistik memberikan magnetisasi atau rata-rata momen persatuan volume untuk melihat perubahan momen magnetik terhadap keseluruhan medan magnet dan temperatur luar kita perlu menyelidiki dahulu sifat magnetisasi pada nilai ekstrim kecil dan besar. Untuk yang sangat kecil maka magnetisasi berubah linier terhadap medan magnet luar dengan disebut susceptibilitas magnetik dan disebut hukum curie.

Sedangkan untuk sangat besar magnetisasi tetap dalam situasi ini yaitu situasi medan magnet luar besar atau temperatur kecil. (Gambar grafik rata-rata momen magnetik keseluruhan dapat dilihat pada buku An Introduction To Statistical Physics For Student karangan A.J POINTON halaman 109.)

Hal yang tidak kalah penting bagi mahasiswa dan lulusan jurusan fisika adalah pola berfikir yang diberikan selama perkuliahan. Frame of mind ini dapat diterapkan dalam berbagai ranah kehidupan, baik sosial maupun politik. Rangkap jabatan, dalam situasi saat ini sangat relevan untuk dibuat peraturan atau perundang-undangan sebab dengan rangkap jabatan para pejabat bekerja dengan setengah hati dan melakukan kekaburan tugas. Pelarangan adalah bentuk penyederhanaan dalam penyelesaian masalah sosial politik aktual saat ini. Demikian pula larangan keluarga pejabar berbisnis, tidak lain adalah simplifikasi dalam keadaan tidak normal saat ini. Bila hukum sudah tegak keadaan dapat dikembalikan pada situasi normal yaitu kelurga pejabat boleh berbisnis. Inilah simplifikasi yang sudah sangat familiar dalam fisika.

References

Agus purwanto.2007. Fisika, Serpihan Peta Pikiran Tuhan. Artikel dalam seminar Temu Mahasiswa Fisika Indonesia 2007.

Budi purnama. 2001. Pedoman Perkuliahan Fisika Statistik. Surakarta : PUSLITBAGJARI UNS

Pointon, A.J. ......... .An Introduction to Statistical Physics to Students……….



Krisis Moral Pemimpin Bangsa, Saatnya Pemuda Buktikan Idealisme!

Kepemimpinan dan kredibilitas tergantung pada hati, bukan hanya otak. Sepenggal ungkapan Barry Z. Posner, Penulis The Leadership Challage dan Credibility. Kedua hal tersebut seharusnya ada pada setiap pemimpin bangsa ini, punya Intelektualitas yang cerdas dan juga punya hati yang ikhlas untuk memimpin bangsa ini lepas dari berbagai permasalahan yang semakin kompleks. Dengan penyatuan dua hal tersebut tentunya akan mampu membentuk pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia menuju kesejakteraan umum, kecerdasan bangsa, dan keadilan sosial sesuai dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan Indonesia yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945.

Melihat pemimpin bangsa saat ini, cita-cita luhur proklamasi tersebut agaknya hanya akan ada dalam impian. Pemimpin bangsa telah kehilangan hati dan otak (baca: Intelektual). Miskinnya hati nurani, terbukti dengan semakin banyaknya kasus-kasus memalukan dilakukan pejabat yang notabene pemimpin bangsa di semua lini tatanan pemerintahan, mulai dari pelecehan seksual anggota dewan hingga penyuapan jaksa. Kegagalan bangsa ini lepas dari permasalahan adalah indikator bahwa para pemimpin tidak punya kapabilitas intelektual yang cukup. Kebijakan-kebijakan yang mereka ambilpun lebih cenderung pada solusi instant terhadap permasalahan yang saat itu mereka hadapi, bukan pada penyelesaian masalah secara komprehensif. Dengan pola pikir pemimpin seperti itu, tidak mengerankan jika pemimpin lebih memilik menjual asset bangsa dari pada mencari alternative solusi lain.

Pemilu dan Pemimpin
Besarnya angka golput dalam pemilihan kepala daerah yang sudah sangat memprihatinkan, di Jawa Tengah angka tersebut mencapai 45,85% (SOLOPOS, 15/7/2008). Hal tersebut merupakan indikasi bahwa rakyat sudah tidak percaya lagi kepada para pemimpin. Ketidak kepercayaan rakyat kepada pemimpin merupakan korelasi positif karena pemimpin bangsa ini tidak mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhan rakyatnya.

Terdapat 34 partai peserta pemilu 2009, 18 partai diantaranya merupakan partai baru. Banyaknya partai peserta pemilu adalah bukti betapa demokratisnya bangsa ini, terlepas motif apa yang melatar belakangi pendirian partai tersebut. Disisilain banyaknya partai baru tentunya karena disebabkan ketidak percayaan masyarakat untuk dipimpin orang lain, sehingga “mereka” berbondong-dondong mendirikan partai-partai politik. Jika kita lihat meskipun banyak partai baru, orang-orang yang duduk dalam pucuk pimpinan partai tersebut adalah politikus-politikus lama. Mereka hanya hijrah ke lain haluan karena tidak lagi menjadi pucuk pimpinan di partai yang lama.

Kondisi tersubut adalah sebuah refleksi nyata para pemimpin bangsa ini mereka cenderung untuk memperjuang diri mereka. Jadi bukan hal aneh ketika menjelang pemilu mereka datang lewat layar-layar televisi layaknya dewa penyelamat yang akan membawa bangsa Indonesia lepas dari berbagai permasalahan. Dan tentunya kita cukup cerdas untuk menentukan pemimpin dalam pemilu dengan melihat mereka track record mereka dalam kancah kepemimpinan.

Pemuda dan Idealismenya
Permasalahan bangsa yang semakin kompleks tentunya menbutuhkan energi lebih besar pula untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Pemuda tentunya merupakan sosok yang masih mempunyai banyak energi untuk dapat menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa dengan memberikan mereka kesempatan untuk menjadi pemimpin. Masalah kepemimpinan memang bukan hanya masalah umur tua atau muda, tetapi juga masalah kapabilitas yang dimilik pemimpin tersebut.

Apabila kita berkaca pada sejarah, proklamasi bangsa ini terjadi juga karena pemuda yang bersihkukuh dengan segala idealismenya untuk segera mengikrarkannya sehingga segara lepas dari belenggu penjajah. Runtuhnya tirani orde baru juga tidak lepas dari peran pemuda sebagai motor penggerak ketika melihat berbagai ketidakadilan di masyarakat. Pemuda memang merupakan sebuah symbol idealisme dalam sejarah bangsa dari waktu ke waktu. Melihat hal tersebut tentunya pemuda memiliki nilai-nilai yang lebih untuk memimpin bangsa ini.

Bangsa ini sudah cukup lelah mendengar dan malu melihat moral pemimpin bangsa yang ada di ambang batas kritis. Karena itulah, sudah saatnya pemuda membuktikan idealismenya dengan menjadi pemimpin bangsa ini. Pemimpin muda tentunya akan membawa harapan baru bagi rakyat, dan membawa angin segar kancah kepemimpinan kedepan. Sudah seharusnya kita memberikan kesempatan dan apresiasi terhadap para pemuda untuk menjadi pemimpin yang produktif. Harapan kita bersama pemuda bisa menjadi pemimpin yang bermoral dan intelektual sehingga mampu membawa Indonesia menuju negara yang terhormat.



Biodata Penulis:
Nama : Rudi Susanto
Kuliah : Jurusan Fisika FMIPA UNS
Contact Person : 085647296211
Organisasi : Menteri POSDM BEM FMIPA UNS

Aku Malu berdemo

Hari kebangkitan nasional benar-benar membangkitkan semangat mahasiswa dengan segala atribut kebangganannya

Atas nama pemuda yang mampu membawa bangsa ini bangkit dari kebodohan

Atas nama pemuda yang mampu meyatukan tanah air Indonesia

Atas nama pemuda yang mampu merebut kemerdekaan

Atas nama pemuda yang mampu meruntuhkan tirani orde baru

Atas nama pemuda yang mampu mebuat perubahan nyata

Kau lantangkan setiap pekikan tuntutanmu, atas nama penderitaan rakyat kau selalu bersemangat

Tak kenal hujan, panas,dan kuliah

Kau inginkan yang terbaik dari bangsa ini

“nasionalisai asset bangsa, layanan kesehatan dan pendidikan terjangkau, kasus BLBI tuntas ,korupsi hilang, perbaikan sector ekonomi, harga kebutukan pokok yang terjangkau, birokrasi yang sehat, dan lapindo yang tak pernah selesai”

Aku malu menjadi sepertimu

Aku malu berdemo

Bukan,bukan itu salah

hanya satu hal yang salah aku,kau dan semua belum bisa memulai dari pribadi

kalau hanya berteriak aku juga bisa

kalau hanya menuntut aku lebih bisa

apalagi kalau hanya ikut-ikutan semua pasti bisa

“bagaimana bangsa ini akan bebas dari KKN kalo saat berdemo kau titipkan presensi pada teman, bagimana lumpur lapindo bisa berhenti kalo saat praktikum hanya contek laporan………dan entahlah aku tak sanggup menuliskan hingga hingga kuteteskan air mataku, kujadikan bahan bakar setiap karyaku”

Sekali lagi aku malu berdemo

Karena aku tak bisa berbicara tanpa bertindak.